Mengapa Token Listrik 200rb adalah Token Prabayar yang Paling Murah?

August 31, 2020 • Random

Para pengguna listrik prabayar pasti sudah mengetahui beragam harga voucher token yang tersedia, mulai dari Rp 20.000, 50.000, dst. hingga 1.000.000. Atau pada beberapa channel pembelian tertentu, tersedia juga voucher senilai 50 juta.

Adapun jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token bisa berbeda-beda. Misalnya untuk voucher seharga 500 ribu di Jakarta, jumlah token yang didapat sebesar 328.9 kWh. Jumlah ini tidak tepat 5x dari voucher seharga 100 rb, yang menghasilkan token sebesar 66.2 kWh. (5 x 66.2 kWh = 331).

Tapi apakah itu berarti lebih hemat jika kita mengisi voucher 100 ribu sebanyak lima kali? Tidak juga. Karena setiap kali pembelian voucher kita dikenakan biaya administrasi dengan besar yang berbeda-beda hingga Rp 3.000 tergantung melalui channel mana kita membelinya. Misalnya Tokopedia mengenakan biaya admin Rp 2.750 per transaksi. Sedangkan bank BTPN (melalui aplikasi Jenius) mengenakan biaya Rp 1.500 per transaksi.

Lalu, harga voucher token manakah yang paling menguntungkan? Dalam artian, mendapatkan harga termurah per kWh-nya?

Jika ditelisik, umumnya voucher dengan harga lebih besar akan lebih menguntungkan karena total harga per kWh yang lebih murah. Akan tetapi, apabila kita membeli listrik token prabayar di tempat yang mengenakan biaya admin Rp 2.000 atau lebih rendah, voucher token 200 ribu justru lebih hemat ketimbang voucher 500 ribu, bahkan lebih hemat daripada voucher 1 juta jika biaya admin Rp 1.500.

Lihat tabel berikut ini:

Nominal voucherkWhHarga per kWh
20.000 + 3.000 (admin)13.2Rp 1.738,04 / kWh
50.000 + 3.000 (admin)33.1Rp 1.601,97 / kWh
100.000 + 3.000 (admin)66.2Rp 1.556,64 / kWh
200.000 + 3.000 (admin)132.3Rp 1.533,97 / kWh
500.000 + 3.000 (admin)238.9Rp 1.529,54 / kWh
1.000.000 + 3.000 (admin)657.7Rp 1.524,98 / kWh
Tabel harga per kWh masing-masing nominal voucher token jika biaya administrasi Rp 3.000 untuk area Jakarta.
Nominal voucherkWhHarga per kWh
20.000 + 1.500 (admin)13.2Rp 1.624,69 / kWh
50.000 + 1.500 (admin)33.1Rp 1.556,63 / kWh
100.000 + 1.500 (admin)66.2Rp 1.533,97 / kWh
200.000 + 1.500 (admin)132.3Rp 1.522,63 / kWh
500.000 + 1.500 (admin)238.9Rp 1.524,98 / kWh
1.000.000 + 1.500 (admin)657.7Rp 1.522,70 / kWh
Tabel harga per kWh masing-masing nominal voucher token jika biaya administrasi Rp 1.500 untuk area Jakarta.

Mengapa demikian?

Setiap pembelian token, terdapat biaya-biaya diluar tarif dasar listrik (TDL), berupa:

  • Biaya admin
  • Bea meterai
  • Pajak pertambahan nilai (PPn)
  • Pajak penerangan jalan (PPJ)

Jika harga voucher token langsung dibagi dengan tarif dasar listrik (TDL), tentu saja harga listrik per kWh nya akan selalu sama. Perbedaan harga listrik per kWh antara nominal voucher token terjadi karena adanya komponen-komponen biaya yang memiliki nilai tetap, yakni Biaya admin dan Bea Meterai.

Untuk seluruh nominal voucher dikenakan biaya admin sebesar Rp 1.500 per transaksi (atau jumlah lain tergantung tempat penjualan). Artinya, membeli token dengan jumlah banyak sekaligus akan lebih murah ketimbang membeli token sedikit berkali-kali.

Lalu untuk nominal voucher 20 ribu hingga 200 ribu tidak dikenakan bea meterai. Akan tetapi pembelian 500 ribu dan 1 juta dikenakan bea meterai Rp 3.000. Perbedaan pengenaan bea meterai inilah yang menyebabkan harga listrik per kWh dari voucher token 200 ribu lebih murah daripada voucher 500 ribu.

Sebagai catatan, perbandingan harga di atas dilihat berdasarkan asumsi wilayah Jakarta yang mengenakan PPJ 3% dan golongan instalasi listrik untuk Rumah Tangga dengan daya 1.300 – 2.200 VA. Harga per kWh untuk golongan dan area lain tentu bisa berbeda.

Untuk mengetahui berapa harga per kWh sesuai golongan dan area lainnya, silakan gunakan kalkulator token listrik prabayar di sini.


Leave a comment